Wawancara Sekretaris-Jenderal, Ban Ki-moon dengan Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB untuk masa jabatan kedua

 

Ban Ki-moon akan memulai masa jabatannya untuk periode kedua sebagai Sekretaris-Jenderal PBB minggu ini. Beliau kini sudah berada di studio PBB untuk merefleksikan beberapa masalah dan pencapaian pada periode pertamanya.

Disini Darrin Farrant dari Pusat Berita PBB, dan saya ditemani oleh Maha Fayek dari Radio PBB. Sekretaris-Jenderal, terima kasih atas waktunya hari ini.

 Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Sekretaris-Jenderal, periode kedua Anda telah dimulai. Menurut Anda, pembangunan global apa yang paling signifikan sejak Anda memimpin pada tahun 2007?

Ban Ki-moon: Kita telah melihat kekuatan rakyat serta meluasnya globalisasi. Kita telah melihat begitu banyak orang, mereka yang termarginalisasikan, mereka yang ditekan, yang telah lama menginginkan demokrasi, harga diri mereka dan hak asasi manusia. Kita memiliki beban yang berat untuk membantu transisi mereka menuju demokrasi. Seriring dengan meluasnya globalisasi, kita telah melihat banyak hal yang berubah di dunia. Ada banyk ide-ide bagus dan banyak sekali yang ingin terkait. Antara ide dan rakyat, kita harus membantu masa transisi ini untuk mewujudkannya secepatmungkin. Agar tetap menjadi satu tergantung kepada kami. Kadang kala teknologi dapat membantu menyatukan rakyat, tetapi rakyatlah yang harusnya bersatu.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Pencapaian mana pada masa periode pertama Anda yang paling Anda banggakan?

Ban Ki-moon: Sulit sekali untuk menghitung. Beberapa hasil akan terlihat untuk waktu yang lama. Namun, saya sangat bangga ketika saya bertemu dengan rakyat yang benar-benar membutuhkan dukungan kami. Begitu banyak rakyat yang termarginalisasikan,mereka yng rentan. Ketika saya berbicara dengan mereka, saya dapat melihat secara jelas harapan dan keyakinan merela kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Itu sangat menyentuh saya. Saya sangat bangga dapat menjadi bangian dari PBB.

Sebagai contoh, ketika saya bertemu dengan seorang anak laki di kepulauan Pasifik Selatan di Kiribati, dia meminta kepada saya: ‘Tolong bantu kami untuk membahas perubahan iklim. Rumah kami dan cara-cara kami hidup dapat saya lenyap dalam semalam.’ Itulah sebabnya kami dapat membawa masalah perubahan iklim ini menjadi agenda utama global. Kami telah bertemu dengan banyak orang, khususnya perempuan dan anak perempuan, yang hak asasinya dianiaya. Ketika saya bertemu mereka, hingga saat ini, saya melihat dari mereka harga diri dan keinginan yang akan mengubah hidup mereka. Oleh karena itu, kami membentuk UN Women.

Lalu ada berbagai bidang [dimana] kita telah berhasil dalam memperluas kesehatan perempuan dan anak-anak. Kami telah bisa memulai kemajuan yang baik dalam pelucutan senjata nuklir. Kami telah mecoba untuk mengatur tugas-tugas kami agar lebih efektif dan efisien. Itu adalah beberapa hal dimana kami bisa merasa bangga, tetapi kami masih perlu untuk melakukan hal yang lebih.

Seperti yang saya katakan dalam surat penerimaan saya kepada Majelis Umum untuk periode kedua, saya mengatakan ‘bersama-sama tidak ada yang mustahil.’ Ensemble… rien n’est impossible…

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Anda tadi menyinggung Kiribati di Pasifik Selatan. Anda banyak melakukan perjalanan saat periode pertama. Anda pergi ke Kiribati, Antartika, ke tempat penampungan pengungsi di perbatasan Darfur Dadaab Kenya-Somalia, Anda pergi ke Semipalatinsk di bekas negara Uni Soviet. Apakah ada pengalaman khusus yang meninggalkan kesan pribadi, bila ada, mengapa?

Ban Ki-moon: Seperti yang Anda katakan, saya telah banyak melakukan perjalanan. Tidak ada tempat yang belum saya kunjungi yang tidak memberikan memberikan pelajaran mengenai tantangan dari mereka yang termarginalisasikan; untuk belajar mengetahui bagaimana caranya untuk kami membantu melindungi Bumi ini dengan cara berkesinambungan yang lebih ramah. Ada satu hal yang sama dari semua kunjungan saya dan bertemu dengan bgitu banyak orang: Apa yang harus dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ada harapan yang tinggi bahwa PBB harus berdiri dan memimpin kampanye ini: memimpin kampanye dalam hal perubahan iklim, melawan pemiskinan, pencegahan penyakit yang dapat dicegah, dan dapat diobati, pencegahan bencana alam buatan manusia [krisis dan bencana]. Banyak bidang yang dapat dilakukan oleh PBB. Sebab itulah saya sering bepergian. Itulah sebabnya saya bertemua dengan banyak orang di seluruh dunia. Dan saya akan tetap melakukannya pada periode kedua.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Anda tadi menyinggung sedikit tentang harapan dan tanggungjawab menjadi seorang Sekretaris-Jenderal. Apakah ada saat-saatnya dalam periode pertama Anda melihat baik itu tanggungjawab dan, saya kira, kesempatan yang terdapat dalam posisi tersebut?

Ban Ki-moon: Telah banyak terjadi krisis. Tetapi krisis juga datang dengan sebuah kesempatan. Itulah yang saya rasakan. Saya terkejut ketika berdiri di depan kantor PBB di Haiti [setelah gempa bumi pada bulan Januari 2010]. Saya merasa tersesat. Saya tidak dapat menjelaskan apa yang saya lihat di Fukushima [setelah gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret 2011]. Dan saya telah begitu banyak melihat orang.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Untuk bagian kedua dari wawancara ini, kita akan membahas mengenai tantangan. Tantangan apa yang paling sulit pada periode pertama Anda?

Ban Ki-moon: Ada banyak tantangan, buatan manusia dan buatan alam. Tantangan terberat saat ini adalah bagaimana memodernisasikan organisasi kami, mengadopsi perubahan-perubahan di abad 21. Teknologi melampaui pemikiran saat ini, ide-ide masyarakat dan cara kerja kami saat ini. Kita harus membuat organisasi ini lebih efisien dan efektif, dan transparan serta akuntabilitas. Tentu saja semua ini membutuhkan dukungan penuh dari 193 Negara-negara Anggota. Tapi berhadapan dengan tantangan lainnya, tantangan sebenarnya adalah menghadapi perubahan iklim. Kita harus melindungi planet bumi ini dengan cara lebih memelihara lingkungan, yang dilakukan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang. Begitu banyak manusia yang hak asasinya dianiaya, khususnya di daerah konflik. Saat ini kami menugaskan 120,000 pasukan perdamaian PBB. Tetapi semua tantangan ini dapat diatasi bila kita lebih terorganisir, bila kita lebih bersatu. Dan itu yang akan saya lakukan di periode kedua.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Sekretaris-Jenderal yang pertama, Trygve Lie, mengatakan pada penerusnya Dag Hammarskjold: ‘Anda sebentar lagi akan mengambil alih sebuah pekerjaan yang sangat mustahil di Bumi.’ Apa yang sangat sulit tentang pekerjaan ini?

Ban Ki-moon: Saya pernah mendengar tentang penilaian ini sebelumnya. Mungkin saya harus meminta nasihat dari Tom Cruise! Tapi apa yang penting saat ini bagi Negara-negara Anggota, 193 Negara Anggota, adalah memiliki visi yang benar dan pengertian yang benar akan situasi tantangan yang kami hadapi. Bila demikian, saya ras, semua ini dapat di atassi. Misi saya adalah untuk membuat pekerjaan yang tampaknya mustahil menjadi bisa. Sebelumnya, Kofi Annan pernah mengatakan kepada saya sebelum saya mengambil alih ‘ini mungkin suatu pekerjaan yang paling mustahil, tapi mungkin ini sebuah pekerjaan yang paling mulia demi kemanusiaan.’ Saya meminta semua Negara Anggota untuk bersatu dibawah tujuan-tujuan Piagam PBB. Maka dengan demikian tidak ada istilah pekerjaan yang mustahil.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Marilah kita bahas mengenai Negara-negara Anggota. Sudah menjadi fakta bawah kelima anggota tetap Dewan Keamanan memiliki status khusus di PBB dan kadang kala Sekretaris-Jenderal terhimpit diantara Negara-negara Anggota kuat. Bagaimana Anda menghadapi tekanan tersebut, khususnya ketika ada beberapa negara yang memiliki posisi yang berbeda?

Ban Ki-moon: Sebagai Sekretaris-Jenderal PBB, saya tidak bisa berpihak kepada satu atau sebuah negara dari suatu kelompok negara manapun. Saya harus berpihak kepada rakyat yang kami layani. Saya harus setia kepada prinsip-prinsip Piagam PBB. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kita memiliki 193 bos. Anggota dewan terdiri dari 193 negara. Tampaknya nyaris mustahil untuk berhadapan dengan mereka karena mereka berasal dari latar belakang yang berbeda dan kepentingan yang berbeda. Tetapi kami mampu untuk melalui hal-hal penting dan berbagai tantangan ketika Negara-negara Anggota bersatu. Itulah yang akan saya tanyakan kepada Negara-negara Anggota. Ada keragaman yang pada dasarnya mampu menerapkan tujuan-tujuan dari Piagam.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Anda ingin melakukan hal apa yang berbeda pada periode kedua?

Ban Ki-moon: Saya telah melihat kekuatan dari kemitraan. Bila kita memperkuat kemitraan diantara pemerintahan, komunitas bisnis, masyarakat madani dan dermawan, saya rasa semua kekuatan kemitraan dapat membawa kita ke arah yang benar. Kami dapat membawa masalah perubahan iklim ke atas agenda global. Kami akhirnya dapat mengirimkan 120.000 pasukan perdamaian PBB ke 16 misi. Kami dapat membentuk UN Women, yang mencoba untuk melindungi dan mempromosikan lebih banyak tentang status sosial perempuan serta status politiknya.

Kami akan bangun berdasarkan semua pencapaian ini yang selama ini kita bangun selama lima tahun terakhir. Maka dari itu, saya ingin menghubungkan semua agenda yang berbeda kedalam satu untaian. Ini yang ingin saya lakukan. Saya ingin menghubungi masyarakat dengan tujuan-tujuan tersebut.

Radio PBB/Kantor Berita Pusat PBB: Sekretaris-Jenderal, Anda berbicara mengenai beberapa tantangan yang ada di depan. Bisakan saya mintra Anda untuk mengurutkan prioritasnya untuk periode kedua. Apakah ada tantangan

Ban Ki-moon: Saya telah mempersiapkan lima kesempatan generasional dalam periode kedua saya untuk dikerjakan bersama dengan Negara-negaraAnggota. Pertama, kita harus dapat mencapai pembangunan berkelanjutan. Kita harus dapat mengkaitkan antara perubahan iklim, krisis pangan, kelangkaan air, kekurangan energy, pemberdayaan perempuan, serta masalah kesehatan global. Semua ini merupakan masalah yang saling berkaitan. Oleh karena itu, [pada saat] pertemuan Rio+20 pada Juni 2012 nanti, kita bersama-sama harus memastikan kesuksesan konferensi ini. Kemudian kita akan berfokus kepada pencegahan: pencegahan terhadap krisis-krisis alami maupun buatan manusia. Ketiga, kita harus menjadikan dunia ini tempat yang lebih aman dan damai. Kita memiliki 120.000 orang tentara, tetapi jika kita dapat mensukseskan mediasi dan memfasilitasi dialog politik, kita dapat menghemat tenaga dan waktu, bahkan uang. Keempat, kita harus membantu Negara-negara yang tengah dalam masa transisi. Kita menyaksikan bagaimana Revolusi Arab terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Masih ada banyak orang yang hak asasi dan kebutuhan dasarnya belum dipenuhi. Kita harus berbuat lebih banyak untuk orang-orang itu. Lalu kita juga harus bekerja sama untuk kaum perempuan. Pemberdayaan perempuan akan menjadi salah satu dari lima prioritas utama saya dalam lima tahun mendatang.

Unduh wawancara (Bahasa Inggris)

Diterjemahkan oleh Anisa Menur dan Marita Kurniasari Permata Devi