United Nations Information Centre - Jakarta
 

Upaya pencegahan terhadap eksploitasi anak harus ditingkatkan, ucap kelompok dukungan PBB

 

20 Agustus – Tindakan lebih lanjut harus diambil guna mencegah eksploitasi anak di Asia Timur dan Pasifik, meski baru-baru ini sebuah langkah positif telah diambil di kawasan tersebut, tutur PBB dalam sebuah pertemuan pada hari Rabu (20/08).

“Berbagai pemerintahan di kawasan tersebut harus membawa upaya anti-eksploitasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih menguatkan tindakan anti-pelecehan seksual pada anak-anak,” ucap Anupama Rao Singh, Direktur Regional untuk Asia Timur dan Pasifik UNICEF.

Ratusan ahli, pejabat pemerintahan dan aktivis dari kawasan tersebut menghadiri pertemuan dua-hari di Bangkok yang diorganisir oleh UNICEF, Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ECPAT international.

“Sementara tindakan eksploitasi seksual komersil termasuk dalam kekerasan juga pelanggaran terhadap HAM, tindakan tersebut tidak selalu diperlakukan sebagai suatu kejahatan,” ucap Shigeru Mochida, Wakil Sekretaris Eksekutif ESCAP.

Partisipan menciptakan berbagai sasaran dalam menyiasati prostitusi anak-anak, perdagangan gelap, kejahatan dunia maya, dan pelecehan pada perjalanan danpariwisata. Sasaran yang dibahas termasuk mendirikan kantor kejahatan seksual anak-anak di semua negara guna meyakinkan para pelaku pelecehan tersebut diawasi dan mencegah mereka melakukan perjalanan luar negeri, serta meningkatkan perlindungan internet melalui cara seperti adanya hukum yang lebih spefisik untuk mnghukum semua bentuk pornografi anak.

Pertemuan Bangkok, yang ditutup hari Selasa (19/08), akan diikuti dengan Kongres Dunia ke-3 dalam memerangi Ekploitasi  Seksual pada Anak-anak dan Remaja yang akan diadakan di Rio de Janeiro, Brasil, pada bulan November. Acara tiga-hari ini diharapkan mendatangkan sekitar lebih dari 3,000 orang.

Diterjemahkan oleh Indira Ardiwidjaja