29 Februari 2012 – Badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut pengumuman mengenai hasil pembicaraan pada hari Rabu (29/2) antara Amerika Serikat dan Korea Utara mengenai program nuklir negara tersebut sebagai “sebuah langkah maju yang penting”.

 

Korea Utara telah menyetujui untuk menghentikan sementara aktivitas pengembangan uranium dan uji coba senjata nuklir, serta mengizinkan pengawas dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi penerapan langkah-langkah tersebut, sementara AS menyediakan bantuan pangan kepada negara Asia tersebut, menurut laporan media.

Pengumuman dikeluarkan pemerintah AS setelah diskusi baru-baru ini antara kedua negara. Dalam sebuah pernyataan, Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano menekankan bahwa badan yang bermarkas di Wina tersebut memiliki “peran penting dalam memverifikasi program nuklir Korea Utara”.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa, “tanpa memberi detail lebih lanjut, kami menyatakan siap untuk kembali ke Yongbyon (lokasi reaktor nuklir di Korea Utara) untuk melakukan aktivitas pengawasan berdasarkan permintaan  dan perjanjian dari dewan pimpinan badan tersebut.

Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon mengatakan bahwa beliau termotivasi oleh dilanjutkannya dialog Korea Utara-AS dan menyambut “kemajuan yang positif dan substansial” yang berhasil dicapai dalam diskusi yang baru-baru ini dilaksanakan di Beijing.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh juru bicaranya, Ban mengatakan bahwa beliau berharap komitmen yang telah ditunjukkan oleh Korea Utara dapat menjadi langkah awal untuk diimplementasikannya “proses denuklirisasi Korea Utara yang dapat diandalkan”.

 “Sekretaris-Jenderal sekali lagi mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk meingkatkan upaya mereka untuk menangani masalah-masalah yang timbul dengan cara-cara damai, termasuk dialog,” menurut pernyataan tersebut.

Beliau juga menekankan mendesaknya bantuan kemanusiaan bagi rakyat yang plaing rentan di negara tersebut.

Diterjemahkan oleh: Anisa Menur